Lingkungan & Sanitasi 7 menit Diperbarui 2026-07-08

Sanitasi & Limbah Cair: Aspek Kesehatan SLF

Pengelolaan air limbah domestik adalah bagian aspek kesehatan bangunan yang dinilai untuk SLF, hal yang penting bagi villa dan restoran di Bali.

Sanitasi & Limbah Cair: Aspek Kesehatan SLF

Sanitasi masuk aspek kesehatan

Empat pilar keandalan bangunan mencakup kesehatan, dan pengelolaan air limbah adalah bagian pentingnya. PP 16/2021 Pasal 35 menetapkan aspek kesehatan meliputi sistem penghawaan, pencahayaan, pengelolaan air, pengelolaan sampah, dan penggunaan bahan bangunan.

Bali sebagai pulau pariwisata sangat sensitif terhadap pencemaran air tanah. Karena itu, pengelolaan limbah cair bukan sekadar urusan kenyamanan, melainkan bagian dari kelaikan fungsi yang dinilai saat SLF.

Apa yang diatur soal pengelolaan air

PP 16/2021 Pasal 38 mengatur sistem pengelolaan air pada bangunan gedung, yang mencakup sistem penyediaan air minum, sistem pengelolaan air limbah, dan sistem pengelolaan air hujan. Pengelolaan air limbah wajib diselenggarakan sesuai standar kesehatan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan (Pasal 38 ayat (2) huruf b).

Pasal yang sama juga menekankan pengelolaan air hujan untuk mempertahankan kondisi hidrologi alami, antara lain melalui pemanfaatan dan peresapan air hujan guna menurunkan debit banjir (Pasal 38 ayat (2) huruf c). Prinsip ini menjadi dasar mengapa peresapan air di persil bangunan menjadi perhatian.

Praktik yang lazim di lapangan

Di lapangan, pemenuhan standar ini biasanya diterjemahkan menjadi beberapa praktik: memisahkan air kotor dari air bekas mandi dan cuci, menggunakan tangki septik yang kedap sehingga tidak mencemari tanah, menyediakan sumur resapan sesuai kapasitas bangunan, dan memasang perangkap lemak untuk bangunan dengan dapur besar seperti restoran.

Praktik-praktik ini adalah cara memenuhi tujuan Pasal 38, bukan angka yang tercantum di batang tubuh pasal. Standar teknis rinci seperti spesifikasi tangki septik mengikuti pedoman teknis dan standar yang berlaku, sehingga penerapannya perlu disesuaikan dengan skala dan fungsi bangunan.

Menyiapkan dokumen sanitasi untuk SLF

Untuk kelaikan fungsi, rancangan sistem plambing dan pengelolaan limbah menjadi bagian yang diperiksa. Dokumen yang jelas membantu membuktikan bahwa bangunan mengelola limbahnya sesuai standar kesehatan.

Pendampingan tenaga ahli mekanikal-elektrikal membantu memastikan sistem sanitasi dirancang dan didokumentasikan dengan benar. Bagi villa dan restoran di Bali, aspek ini bukan hanya soal lolos SLF, tetapi juga soal menjaga lingkungan yang menjadi daya tarik pariwisata itu sendiri.

Konsultasi aman

Cek posisi bangunan sebelum ambil keputusan

Mulai dari status dokumen yang Anda ketahui: lokasi, fungsi bangunan, PBG/IMB/SLF bila ada, dan kondisi penggunaan saat ini. Data sensitif cukup dibahas setelah kebutuhan dokumen jelas.

Tanya via WhatsApp

Artikel lain

Lanjutkan membaca

Lihat semua artikel
Konsultasi